Salah satu tujuan pembaruan hukum pidana dalam Naskah Akademik RKUHP adalah untuk menghadirkan individualisasi pemidanaan yang mendukung tujuan pemidanaan berupa prevensi general, pemasyarakatan, penyelesaian konflik atau pembebasan rasa bersalah terpidana, dan bahkan adanya kecenderungan pengaturan tentang keadilan restoratif dan alternatif terhadap pidana penjara. Meskipun RKUHP telah memperkenalkan pidana kerja sosial, pidana denda, dan pidana pengawasan, namun belum ada kajian mengenai tingkat keberhasilan 3 (tiga) model pidana ini. Permasalahan lainnya yang terlihat dari konsekuensi apabila pidana kerja sosial tidak dapat dijalankan dengan baik, terpidana tetap akan berujung pada penjara.

Berdasarkan hal tersebut, Pusat Studi Kebijakan Kriminal Universitas Padjadjaran, Pusat Pengembangan Riset Sistem Peradilan Pidana (PERSADA) Universitas Brawijaya, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) “Pengayoman” Universitas Parahyangan dan Bidang Studi Hukum Pidana Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera mengundang Bapak/Ibu/Rekan-rekan sebagai Peserta “Konsultasi Nasional Pembaruan KUHP 2021: Pidana dan Pemidanaan” yang akan diselenggarakan pada:

Hari/Tanggal : Jumat, 28 Mei 2021
Waktu : Pukul 09.00 – 11.30 WIB
Platform : Zoom Webinar bit.ly/KonsulnasRKUHP2021-panel2

Pembicara:

Moderator:
Wanodyo Sulistyani, S.H., M.H., LL.M. (Akademisi Hukum Pidana Universitas Padjajaran)